Kiat Cegah Perceraian Akibat Meremehkan Pasangan

Pertengkaran hal biasa dalam rumah tangga. Namun, jika dilakukan terlalu sering bisa merusak hubungan dan tanpa disadari bisa memicu perceraian.

Sikap tidak menghormati pasangan, perilaku mengejek, humor kejam, dingin, meremehkan, merendahkan, sarkasme, menyebut nama tidak sopan, memutar mata dan mencibir, semua itu adalah perilaku penghinaan pada pasangan yang sering terjadi tanpa disadari. Dilansir dari womensweekly, psikolog konseling di LifeWorks, Sue Pratt, mengatakan hubungan rumah tangga perlu didasarkan pada budaya kehangatan dan bahasa yang penuh perhatian dan lembut.

“Penghinaan akan menghancurkan hal-hal itu,” katanya.

Penghinaan biasanya disertai pasangan yang menjadi kritis dan defensif dan ini menggerogoti niat baik. Ini juga dapat berasal dari kekuasaan dan hak, atau digunakan untuk mendapatkan kendali atas seseorang atau situasi. Pasangan yang sering menghina akan membuat yang lain lebih rendah diri karena dipermalukan.

Setiap ide, perasaan, dan kebutuhan yang diungkapkan akan diejek atau direndahkan. Penghinaan memiliki efek yang menghancurkan pada suatu hubungan, bahkan memicu perceraian. Begitu Anda mengenalinya harus menghentikannya.

Berikut adalah tujuh cara untuk mencegah perceraian karena munculnya penghinaan dalam hubungan.

Pilih momen Ketika satu orang menerima penghinaan, dan akhirnya marah, akan memicu kedua orang itu marah, terluka, saling memaki dan berujung stres, perhatikan reaksi fisik dan ketegangan di tubuh pasangan. Diperlukan waktu 20 menit bagi tubuh untuk menenangkan diri dan kembali ke keadaan tenang. Setelah tenang, Anda baru bisa mencoba untuk bicara lagi.

Pikirkan tentang perasaan di baliknyaDengarkan perasaan jika dihina oleh pasangan. Seringkali di balik penghinaan itu ada ketakutan. Apakah pasangantakut sekarang? Bayangkan apa yang ia rasakan. Melangkah ke dalam pengalaman orang lain adalah penangkal yang bagus untuk penghinaan.

Bertanggung jawab Orang yang menunjukkan penghinaan harus bertanggung jawab atas perilakunya. Beri tahu pasangan Anda tidak menyadari betapa berbahayanya perilaku tersebut dan benar-benar menyesal. Kemudian, jelaskan apa yang sebenarnya Anda coba ungkapkan. Banyak orang yang menerima penghinaan tidak ingin meninggalkan hubungan. Mereka hanya ingin argumentasi itu berhenti.

Hilangkan emosi Cobalah bernapas dalam-dalam dan relaksasi otot dengan cara menegangkan dan kemudian mengendurkannya. Mulailah dengan masing-masing tangan dan lengan dan secara bertahap bergerak melalui tubuh dari kepala dan bahu ke dada, pinggul, bokong, kaki, dan telapak.

Bangun kesukaan dan kekaguman Pakar hubungan yang berbasis di Amerika Serikat, Dr. John Gottman, menyarankan jika membicarakan masa-masa yang lebih bahagia di masa lalu dapat membantu pasangan terhubung kembali dengan kasih sayang. Jadi, ketika rasa jijik dan kesal muncul pada pasangan, luangkan waktu untuk mengingat bagaimana dan mengapa Anda menjadi pasangan. Pikirkan tentang kesan pertama satu sama lain, ingat kencan pertama, bagaimana memutuskan ingin bersama, dan momen apa yang paling membahagiakan dalam hubungan.

Saling menerima perbedaan Tidak apa-apa bagi pasangan untuk berpikir dan merasa berbeda dengan menerima tidak ada yang benar atau salah.

Berubah Membina rumah tangga membutuhkan daya tahan yang kuat dari kedua pihak. Suami dan istri perlu belajar cara untuk berbicara dengan hormat tentang kebutuhan dan bersiap saling mendengarkan. Kesadaran adalah langkah pertama untuk berubah. Anda tidak dapat berubah sampai menyadari apa yang telah dilakukan dan melihat dampaknya pada pasangan, hubungan, dan diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.