Kaleidoskop 2023: Kementerian Perindustrian Usul Insentif Pembelian Kendaraan Listrik

Kementerian Perindustrian membuka peluang besar terhadap meningkatnya adopsi kendaraan listrik di masyarakat Indonesia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan pemberian insentif pembelian kendaraan listrik baru dan aturan tersebut mulai diterapkan mulai April dan berakhir pada Desember 2023. Untuk pembelian sepeda motor listrik baru, pemerintah memberikan potongan harga Rp 7 juta. Sementara untuk mobil listrik insentif diberikan berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen.

Bukan hanya kedua jenis kendaraan di atas, untuk bus listrik juga mendapatkan insentif serupa, tak ketinggalan konversi sepeda motor konvensional ke listrik. Hingga akhir tahun, pemerintah menargetkan pemberian insentif kepada 35.900 unit mobil listrik, 200.000 unit sepeda motor listrik, 138 unit bus listrik dan 50.000 unit kendaraan listrik konversi. Regulasinya tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bus Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023 (PMK PPN DTP Kendaraan Listrik).

Kaleidoskop 2023: Kementerian Perindustrian Usul Insentif Pembelian Kendaraan Listrik Kaleidoskop 2023 : Sukses Bangun 12 SPKLU, PLN Kalselteng Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di IKn Moeldoko Soroti Isu Ketidakmaksimalan Penyerapan Insentif Kendaraan Listrik

Soal PAT Sejarah Indonesia Kelas 11 Semester 2, Lengkap dengan Kunci Jawaban Halaman all Resmi, Pemerintah Kembali Beri Insentif untuk Pembelian Mobil Listrik di Tahun 2024 Penjabat Bupati Lembata Terima Penghargaan dari Kementerian Perindustrian

Pemerintah Berikan Insentif PPnBM Kendaraan Bermotor Listrik, Simak Skema Berikut Ini Menperin Agus Gumiwang: Pemerintah Siapkan Insentif Menarik untuk Investor Kendaraan Listrik Jenis mobil listrik yang mendapat insentif harus dibuat di Indonesia dan sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.

Khusus sepeda motor listrik, ada empat kriteria masyarakat yang bisa mendapatkan subsidi motor listrik, yakni pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) maupun bantuan subsidi upah dan penerima subsidi listrik 450 hingga 900 VA. Sayangnya, dengan empat syarat ini, peminat sepeda motor listrik justru sepi. Akhirnya pemerintah merevisi kriteria penerima bantuan pembelian sepeda motor listrik baru. Pada akhir Agustus 2023, pemerintah akhirnya menghilangkan empat syarat penerima subsidi pembelian sepeda motor listrik dan menggantikannya dengan aturan 1 NIK untuk 1 unit.

Kebijakan tersebut terdapat dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Permenperin No. 6 Tahun 2023 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah untuk Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Dua. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan dasar utama perubahan kebijakan ini adalah untuk percepatan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri serta mewujudkan Indonesia yang lebih bersih. "Tujuan tersebut, tentu akan berdampak terhadap peningkatan investasi, memacu produktivitas dan daya saing industri, serta perluasan tenaga kerja," tutur Agus di Jakarta, Selasa (29/8/2023).

Berdasarkan data Kemenperin, saat ini ada 14 perusahaan dengan 30 model motor listrik yang sudah bermitra dengan pemerintah dalam program ini. Masyarakat dapat memilih satu di antara model model tersebut untuk dibeli dengan program subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Berikut daftar lengkap sepeda motor listrik bersubsidi Rp 7 juta beserta harganya:

1. PT Terang Dunia Internusa T1800 A/T Rp 23,5 juta TX1800 A/T Rp 26,9 juta TX3000 A/T Rp 42,9 juta MX1200 AT Rp 8,8 juta 2. PT Triangle Motorindo

New Q1 Rp 14,52 juta 3.PT Volta Indonesia Semesta Volta 401 Rp 9,95 juta Volta 402 Rp 11,1 juta Volta 403 Rp 11,95 juta

4. PT Wika Industri Manufaktur Gesits G1 A/T Rp 21,97 juta Gesits Raya G Rp 20,99 juta 5. PT National Assemblers

Yadea E8S Pro Rp 16,9 juta Yadea T9 Rp 14,5 juta 6. PT Ninetology Indonesia V5 Lit Rp 15 juta

7. PT Roda Pasifik Mandiri Sterrato Rp 5,59 juta Vito Rp 5,79 juta Mizone Rp 6,19 juta 8. PT Electra Mobilitas Indonesia

ADC BP A/T Cervo Rp 35,7 juta ACC BN A/T Rp 29,4 juta 9. PT Ide Inovatif Bangsa Atom Rp 22 juta

10. PT Juara Bike Go Plus Rp 22,49 juta Emax Rp 13,5 juta Agats Rp 15,9 juta 11. PT Smoot Motor Indonesia

Tempur Rp 11,5 juta Zuzu Rp 12,9 juta 12. PT Hartono Istana Teknologi PEV 30M1 A/T Rp 13,5 jut

13. PT Artas Rakata Indonesia S9 Rp 13,5 juta X5 Rp 15,1 juta 14. PT Greentech Global Engineering

VP Rp 9,79 juta Scood Rp 9,57 juta Aero Rp 8,9 juta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *