Ahli Kontruksi Bilang Kualitas Beton Jalan Tol Layang MBZ di Bawah Standar SNI

Ahli konstruksi membeberkan analisis mengejutkan tentang kualitas konstruksi jalan tol layang Mohammed bin Zayed (MBZ) Jakarta Cikampek (Japek) II Elevated Ruas Cikunir Karawang Barat. Kualitas beton jalan tol layang MBZ tersebut tidak memadai karena di bawah Standar Nasional Indonesia (SNI). Analisis itu disampaikan Andi, Direktur PT Tridi Membran Utama saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan Tol Layang MBZ yang diduga merugikan keuangan negara Rp 510 miliar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 16 Mei 2024.

Andi mengungkapkan hal tersebut saat jaksa membahas proses verifikasi teknis terhadap kualitas Jalan Layang Tol MBZ yang diaudit PT Membran Utama pada tahun 2020 selama sekitar enam bulan. Andi menyebutkan bahwa temuan mutu beton di bawah SNI didapatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Awalnya, Andi dihubungi BPK untuk verifikasi struktur teknis Tol Layang MBZ pada akhir 2020. Pihak Andi menggandeng ahli struktur dari Departemen Teknik Sipil Universitas Indonesia.

Ia menjelaskan pemeriksaan dilakukan dengan mengambil 75 sampel yang diuji dengan core drill test atau pengambilan sampel secara in situ di lapangan. Berdasarkan pemeriksaan, dia mengungkapkan ditemukan dua kondisi, yakni kuat rata rata tekanan dari sampel tersebut dan setiap sampel harus memenuhi 75 persen dari kuat tekan rencana. Pelatih Filipina Diancam Dibunuh Jelang vs Timnas Indonesia, Menpora: Diproses Hukum Wartakotalive.com

"Dari hasil pemeriksaan tersebut, kami menilai memang ada beberapa yang kurang memenuhi persyaratan, yaitu syarat tegangan maupun syarat lendutan dan juga untuk mutu beton itu sendiri," tuturnya. "Selama enam bulan review apa hasil temuan saudara?" tanya jaksa kepada Andi. Selama enam bulan tersebut, Andi mengatakan, PT Tridi Membran Utama hanya mengaudit sturktur bagian atas Jalan Layang Tol MBZ.

Kepada Jaksa, Andi mengaku menemukan dua hal terkait struktur jalan tol itu yang memiliki kualitas di bawah standar nasinal Indonesia (SNI). "Dari kuat tekananan rencana memang ditemukan bahwa mutu beton yang terpasang di lokasi pekerjaan adalah di bawah atau tidak memenuhi persyaratan SNI tersebut," beber Andi. Andi juga menjelaskan bahwa temuan mutu di bawah standar itu diketahui setelah pihaknya mengambil 75 sampel beton untuk diaudit.

Setelah mendapati temuan tersebut, Andi membuat penyesuaian ulang terhadap frekuensi struktur Jalan Tol MBZ sebagai pembanding terhadap perencanaan awal yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tak berhenti di situ, PT Tridi Membran Utama juga melakukan koreksi terhadap hasil pengujian yang telah dilakukan di lapangan. "Dari hasil pemeriksaan tersebut, kami menilai bahwa memang ada beberapa yang kurang memenuhi persyaratan yaitu syarat tegangan maupun syarat lendutan dan juga untuk mutu beton itu sendiri," kata Andi. Jaksa menduga telah terjadi kerugian keuangan negara sebesar Rp 510 miliar dalam proyek pekerjaan pembangunan Jalan Tol MBZ.

Kerugian ini berasal dari tindakan yang dilakukan eks Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono, Ketua Panitia Lelang PT JJC Yudhi Mahyudin, Direktur Operasional PT Bukaka Teknik Utama, Sofiah Balfas dan Staf Tenaga Ahli Jembatan PT LAPI Ganeshatama Consulting, Tony Budianto Sihite. “Merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp 510.085.261.485,41 atau setidak tidaknya sejumlah tersebut,” kata Jaksa saar membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 14 Maret 2024. Pada kasus Korupsi Tol MBZ atau Jakarta Cikampek II Elevated, ada beberapa pihak yang kini menjadi terdakwa.

Mereka adalah Direktur Utama PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC) periode 2016 2020 Djoko Dwijono, Ketua Panitia Lelang JJC Yudhi Mahyudin, Direktur Operasional II PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) Sofia Balfas, serta tenaga ahli jembatan PT LAPI Ganesatama Consulting Toni Budianto Sihite. Total kerugian negara dari kasus korupsi pembangunan jalan tol layang MBZ ini mencapai Rp 510 miliar. Sumber: Kompas.com/Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *